Peran Mahasiswa dalam menentukan arah Kebijakan Publik

Padang, 04 Oktober 2023 || Disusun Oleh: Ahmad Falih Lantang

Salah satu karakter mahasiswa sebagai generasi muda adalah adanya dorongan untuk aktif sebagai pengawal dan pengawas kebijakan publik. Mahasiswa sebagai agent of change dan social control merupakan salah satu peran mahasiswa dalam masyarakat. Antusiasme sebagai agent of change dan agent of control banyak diimplementasikan mahasiswa dalam orasi dan aksi di lapangan dalam menuntut kebijakan pemerintah.

Yang dimana orasi dan aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa di lapangan merupakan perlawanan terhadap kejanggalan dari kebijakan yang ditetapkan atau yang sedang dirancang oleh Pemerintah, dan ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa turut serta berpartisipasi terhadap kebijakan publik agar memastikan bahwa kebijakan yang ditetapkan bebas dari kepentingan tertentu.

Mahasiswa memiliki peran aktif dalam menentukan arah kebijakan publik. Dan kepekaan terhadap isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat harus dimiliki oleh mahasiswa yang dimana ini selaras dengan fungsinya yakni Agent of Control. Yang dimana kemampuan dalam pengawasan terhadap segala sesuatu yang sekiranya dapat merugikan masyarakat. Lantas sejauh apa peran Mahasiswa untuk memujudkan arah kebijakan yang lebih baik.

Dalam kebijakan publik perlu yang namanya pengawalan yang dimana merupakan proses untuk menetapkan pekerjaan apa yang dijalankan, dilaksanakan, atau diselenggarakan oleh pemerintah dengan apa yang dikehendaki, direncanakan, atau diperhatikan. Dan bagi seorang Mahasiswa pengawalan bisa dilakukan dengan melakukan audiensi kepada instansi atau lembaga terkait untuk menyampaikan kritikan atau saran dan juga menunjukkan realita lapangan yang terjadi serta membandingkannya dengan kebijakan yang dirancang sedemikian rupa oleh pemerintah, dengan tujuan agar pembuat kebijakan dapat melakukan perbaikan kedepannya.

Namun pada nyatanya audiensi yang dilakukan tidak berdampak banyak kepada masyarakat. Bahkan audiensi yang dilakukan oleh mahasiswa tidak jarang ditolak oleh instansi terkait tanpa alasan yang jelas. Seperti yang terjadi pada BEM Unand, mereka mengirimkan surat kepada Gubernur untuk audiensi dengan tujuan membahas terkait permasalahan pertanian. Namun setelah 3 minggu surat yang dikirim tak kunjung dibalas, yang dimana ini menyebabkan pecahnya aksi pada 26 September 2023 sekaligus memperingati hari Tani Nasional.

Kemudian apa yang dimaksud dengan gerakan Mahasiswa dan pengaruhnya terhadap arah kebijakan publik. Gerakan demonstrasi yang dilakukan oleh para Mahasiswa di seluruh Indonesia merupakan gerakan moral yang ditunggangi oleh kepentingan rakyat. Sebab gerakan ini muncul akibat ketidak puasan terhadap tata kelola pemerintahan yang buruk. Dan aksi demonstrasi merupakan cara yang dilakukan oleh Mahasiswa untuk mendesak pemerintah agar melakukan perbaikan terhadap tata kelola pemerintahan maupun kebijakan publik yang dikeluarkan agar benar-benar memberikan kemaslahatan bagi rakyat banyak. Yang dimana sesuai dengan yang diamanatkan oleh Undang-undang Dasar. Yakni untuk mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sejarah mencatat, bahwa gerakan Mahasiswa sedikit banyaknya mempengaruhi keberlanjutan Negara. Sebut saja yang terjadi di tahun 98, dimana para Mahasiswa dan masyarakat sipil melakukan aksi demontrasi akibat dari krisis moneter dan berlanjut dengan ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Soeharto yang penuh dengan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Atau juga seperti yang terjadi belum lama ini, demonstrasi 11 April 2022 yang dimana digelar untuk menolak penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Walupun tidak semua tuntutan yang dilakulan oleh Mahasiswa dapat direalisasikan. Namun itu cukup untuk memaksa pemerintah agar dapat mengkaji ulang terhadap kebijakan yang dikeluarkan, agar benar-benar terarah kepada kepentingan bersama. Dan dengan semua itu, aksi dan audiensi yang dilakukan oleh para Mahasiswa sangat berperan dalam menentukan arah kebijakan publik kedepannya.