Tiga Kali Servis, Mobil Tak Kunjung Bagus, Bengkel Resmi Agung Toyota Bungo Dinilai Tak Kompeten

MUARA BUNGO, delikjambi.com – Ari, salah satu warga Kabupaten Bungo, mengeluhkan kinerja bengkel resmi Agung Toyota Muara Bungo. Pasalnya, meski telah tiga kali melakukan servis, mobil miliknya tak kunjung kembali normal.

Ari menceritakan, awalnya ia membawa mobilnya ke bengkel tersebut dengan keluhan pada sensor ABS dan lampu engine yang menyala. Pada kunjungan pertama, ia dikenakan biaya jasa mekanik sekitar Rp200 ribu.

Namun, hanya berselang beberapa hari setelah perbaikan, keluhan serupa kembali muncul. Ari pun kembali mendatangi bengkel yang sama untuk melakukan pemeriksaan ulang.

“Untuk kali kedua saya kembali membayar biaya pemeriksaan sekitar Rp600 ribu lebih. Tapi masalahnya hanya hilang sementara, tak lama kemudian lampu sensor ABS dan engine kembali menyala,” ungkap Ari, Kamis (23/4/2026).

Merasa permasalahan tak kunjung tuntas, Ari kembali mendatangi bengkel Agung Toyota Muara Bungo untuk meminta kejelasan. Saat itu, salah satu karyawan bernama Febri menyarankan agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh guna mengetahui penyebab utama kerusakan.

Ari pun menyetujui saran tersebut. Beberapa jam kemudian, Febri menghubunginya melalui WhatsApp dan menyampaikan bahwa sumber masalah telah ditemukan.

“Bg Ari, ini sudah ketemu masalahnya, sensor VVT-i error. Part-nya harus pesan dulu bg,” tulis Febri dalam pesan singkatnya pada 2 April 2026.

Atas rekomendasi tersebut, Ari menyetujui penggantian komponen dengan total biaya, termasuk jasa mekanik, mencapai lebih dari Rp3 juta.

“Setelah menunggu hampir tiga minggu, akhirnya spare part yang dipesan datang. Saya kembali memasukkan mobil ke bengkel pada Rabu, 22 April 2026,” jelasnya.

Namun, proses pengerjaan belum rampung pada hari yang sama. Pihak bengkel menginformasikan bahwa mobil harus menginap karena perbaikan belum selesai.

Keesokan harinya, Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, Ari mendapat kabar dari karyawan lain bernama Gunawan bahwa mobilnya telah selesai diperbaiki.

“Saya datang sekitar pukul 10.15 WIB untuk menjemput mobil. Tapi baru berjalan kurang lebih satu kilometer, masalah yang sama kembali muncul, lampu engine kembali menyala,” keluhnya.

Atas kejadian tersebut, Ari mengaku sangat kecewa terhadap kinerja bengkel resmi tersebut yang dinilainya tidak profesional dan tidak mampu menyelesaikan permasalahan kendaraan secara tuntas.

Ia juga mengaku mengalami kerugian, baik dari segi waktu maupun materi yang tidak sedikit “Saya menduga spare part yang diganti sebelumnya sebenarnya tidak rusak, karena setelah diperbaiki, mobil saya tetap mengalami kerusakan yang sama,” pungkasnya. (tim)