BUNGO, delikjambi.com – Pasca viralnya video terduga DPO Bandar Narkoba Ansori yang masih bebas berkeliaran di Kabupaten Bungo, muncul penyampaian berbeda dari Kasat Narkoba Polres Bungo Iptu Riko Saputra terkait status hukum Ansori.
Sebelumnya, Kasat Narkoba menyampaikan bahwa Ansori sudah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) pada 17 April 2025. Namun, setelah vidio Ansori sebagai bandar narkoba bebas berkeliaran viral dan menjadi perhatian publik pada 2 Juni 2025, Kasat Narkoba baru membantah penyampaian status DPO Ansori, pada 6 Juni 2025.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Bungo Ferdian Putra menilai Kasat Narkoba Polres Bungo inkonsisten dalam memberikan keterangan terhadap awak media.
“Saya bersama wartawan lain sudah berapa kali membuat pemberitaan tentang status DPO Ansori ini, namun tidak pernah mendapatkan bantahan dari Kasat Narkoba,” ujar Ferdian, Selasa (11/6/2025).
“Setelah vidio viral baru Kasat Narkoba membantah. Bahkan, surat panggilan Ansori pun dikeluarkan setelah viral. Jadi saya menilai Kasat ini inkonsisten dalam memberikan keterangan,” tambahnya.
Ferdian juga mengatakan bahwa sebelumnya Kasat Narkoba juga memberitahu bahwa pihaknya sudah menahan kartu ATM BNI yang diduga digunakan Ansori untuk bertransaksi dengan tersangka Rita.
“Kami bahkan pernah duduk bersama Kasat Narkoba, tapi soal status DPO tidak pernah dibantah. Ini setelah viral baru dibantah, jadi ada apa dengan Kasat Narkoba Bungo,” sebutnya.
Mirisnya lagi, lanjut Ferdian, kala keberadaan Ansori diketahui sedang berkeliaran di Muara Bungo, awak media sudah memberitahu pihak Sat Narkoba agar melakukan penangkapan.
“Begitu mendapat informasi Ansori ini di Kota Bungo, teman kita langsung memberitahu Kasat Narkoba dan Kapolres Bungo. Namun, pihak kepolisian tidak mengambil tindakan,” katanya.
Agar pemberitaan terkait status Ansori ini jelas, Ferdian meminta sebaiknya Polres Bungo melakukan konferensi pers dengan memanggil seluruh awak media yang ada di Bungo.
“Jadi sebaiknya konferensi pers saja. Biar jelas. Jadi jangan dengan wartawan ini bilang Ansori DPO, dengan yang ini malah mengatakan hanya dijadikan saksi. Saya berharap Sat Narkoba Polres Bungo untuk lebih terbuka,” tutupnya.
*Dhe






