MUARA BUNGO, delikjambi.com – Sejumlah sopir truk yang mengantre pengisian Biosolar di SPBU 24.372.21 Muara Bungo mengeluhkan pasokan solar bersubsidi yang disebut tidak masuk selama tiga hari berturut-turut. Kondisi tersebut membuat puluhan kendaraan terpaksa mengantre tanpa kepastian dan menyebabkan kerugian bagi para pengemudi.
Salah seorang sopir truk, Doli Ozer, mengaku telah mengantre sejak Sabtu (1/8/2026) hingga Senin (3/8/2026). Namun hingga hari ketiga, truk yang dikemudikannya belum juga mendapatkan jatah pengisian solar.
Menurut Doli, keterlambatan distribusi solar tersebut membuat aktivitas angkutan terganggu. Selain kehilangan waktu, para sopir juga harus menanggung kerugian karena kendaraan tidak dapat beroperasi.
“Kami sudah tiga hari menunggu, tapi solar belum juga masuk. Otomatis kami tidak bisa bekerja dan mengalami kerugian,” ujar Doli, Senin (3/8/2026).
Ia mengaku heran mengapa kondisi tersebut justru terjadi di SPBU 24.372.21 Muara Bungo yang berstatus Pertamina Retail, yakni SPBU yang dikelola langsung oleh Pertamina.
Menurutnya, dibandingkan SPBU lain di Kabupaten Bungo, SPBU tersebut justru dikenal paling tertib dalam menerapkan sistem antrean. Tidak ada praktik pelangsir, dan kendaraan yang datang dari depan tidak diperbolehkan langsung mengisi BBM tanpa mengikuti antrean.
“Kami heran kenapa SPBU ini justru sering kehabisan atau tidak mendapat pasokan solar. Padahal ini Pertamina Retail, seharusnya lebih terjamin. Malah terkesan seperti dianaktirikan,” katanya.
Doli menambahkan, kondisi berbeda justru terjadi di sejumlah SPBU lain di Kabupaten Bungo. Pasokan solar relatif tersedia setiap hari, namun para sopir mengaku tetap kesulitan memperoleh BBM karena antrean diduga dikuasai oleh pelangsir.
“Kalau di SPBU lain memang solar hampir setiap hari masuk. Tapi antreannya tidak sportif. Walaupun kami sudah antre dari malam, belum tentu dapat karena sebelum giliran kami, solar sudah habis,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak Pertamina Retail SPBU 24.372.21 Muara Bungo membenarkan bahwa pasokan Biosolar memang tidak masuk selama tiga hari terakhir. Namun, mereka mengaku tidak mengetahui penyebab keterlambatan distribusi tersebut.
Menurut pihak SPBU, setiap hari mereka rutin mengajukan pemesanan BBM kepada depo, termasuk Biosolar sebanyak sekitar 16 ribu liter, bersamaan dengan Pertalite, Pertamax, dan jenis BBM lainnya.
“Memang benar sudah tiga hari Biosolar tidak masuk ke SPBU kami. Padahal setiap hari kami tetap melakukan pemesanan sesuai prosedur. Sampai saat ini kami juga belum mendapatkan penjelasan mengenai penyebab keterlambatan pasokan tersebut,” jelas pihak Pertamina Retail.
*Tim






