Baru dibangun Dinding Panjat di Sport Center Tanjab Barat Belum Bisa digunakan, BPKP Periksa ke Lapangan
*Kuat Dugaan Tak Memiliki Sertifikasi Khusus di Bidang Wall Climbing dan Pengalaman, Jadi Pemicunya
KualaTungkal, delik jambi.com – Meski baru saja rampung dikerjakan, namj. fasilitas dinding panjat di area Sport Center Tanjung Jabung Barat hingga kini belum bisa digunakan.
Karena belum juga bisa digunakan, kuat dugaan proyek ini menjadi perhatian BPK. Sehingga BPK melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan saat bulan puasa lalu.
Demi mencari informasi lebih lanjut, delik jambi.com mencoba mengkonfirmasi hal ini dengan pihak Pengurus FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) Kabupaten Tanjab Barat. Informasi yang didapat menjelaskan dan membenarkan adanya kedatangan BPK dan melakukan pemeriksaan langsung terhadap hasil proyek Wall Climbing tersebut.
Ada beberapa dugaan kejanggalan pekerjaan yang ditemukan di proyek senilai tiga milyar yang dikerjakan oleh CV. Lisa Mulia Abadi ini. antaranya panel fiberglass yang terpasang belum memenuhi standar teknis. Dinding panjat seharusnya memiliki tekstur anti slip, serta kuat menahan baut dan beban pemanjat.
“Namun fakta di lapangan lapangan ditemukan :1 .Poin/hold belum bisa dipasang. 2.Baut tidak masuk ke lubang panel. 3.Permukaan panel terlalu kasar dan tajam,”ungkap Pengurus FPTI (5/4/2026).
Lebih lanjut dijelaskan, apabila tidak ada perbaikan dikhawatirkan bisa membahayakan keselamatan pemanjat. Melihat kondisi tersebut dipastikan arena panjat tebing ini belum bisa digunakan.
“Dinding panjat belum bisa digunakan karena hold tidak bisa kita pasang. Selain itu, permukaan panel berpotensi melukai,” jelas pengurus FPTI.
Masalah ini juga menjadi perhatian dalam pemeriksaan BPK, yang turut menanyakan kondisi panel kepada pihak FPTI.
FPTI berharap ada perbaikan sesuai standar agar fasilitas ini bisa dimanfaatkan dengan aman oleh atlet maupun masyarakat lainnya.
Saat disinggung apakah ini kelalaian pihak pelaksana. Lantaran diberitakan sebelumnya, pihak pelaksana tidak pernah melakukan koordinasi dengan pihak atau pengurus FPTI. Serta kuat dugaan pihak pelaksana (CV.Lisa Mulia Abadi) diduga kuat sama sekali tidak memiliki sertifikasi khusus dalam. pekerjaan Wall Climbing dan pengalaman kerja. Sehingga hal ini menjadi pemicu kelalaian dan sorotan BPK?
Pengurus FPTI Tanjab Barat hanya tersenyum saja. seraya berkata ” kita tunggu aja apa hasil audit atau pemeriksaan BPK ini,’pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak PUPR Tanjabbar selaku owner. Bahkan PPTK yang hadir saat kedatangan pihak BPK, dihubungi via aplikasi pesan WA, tidak memberikan keterangan. (Reza).






