Kuat Dugaan Tak Memiliki Sertifikasi Khusus di Bidang Wall Climbing dan Pengalaman, Jadi Pemicu Audit BPK

Kuat Dugaan Tak Memiliki Sertifikasi Khusus di Bidang Wall Climbing dan Pengalaman, Jadi Pemicu Audit BP

KualaTungkal, delik jambi.com – Terbilang baru dibangun dinding panjat di sport center Tanjung Jabung Barat, belum bisa digunakan. Sehingga hal ini menjadi sorotan BPK Perwakilan Provinsi Jambi dan melakukan pemeriksaan langsung di lapangan.

Tak pelak spekulasi liarpun mulai berseliwiran dan menjadi buah bibir. Menyebut kuat dugaan tidak memiliki Sertifikasi dan pengalaman di bidang wall Climbing, menjadi pemicu, sehingga menjadi sorotan pihak BPK.

Sehngga hal ini membuat Kepala Dinas PUPR Tanjab Barat, Apri Dasman buka suara. Saat dikonfirmasi langsung dirinya menuturkan wajar kalau setiap pekerjaan ditinjau pihak BPK.

” Seluruh pekerjaan atau kegiatan tetap diambil sample, tidak hanya panjat tebing saja,”tegasnya saat menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Tanjab. Barat, Senin (6/4/2026).

Saat ditanya apa saja yang menjadi hasil temuan BPK tersebut, Apri belum bisa menjelaskan secara detail. Mengingat pihaknya masih menunggu hasil dari audit tersebut.

” Ya kita masih menunggu hasil klarifikasi dari BPK. Semua kegiatan tidak hanya panjat tebing saja yang kita tunggu,”lanjutnya.

Namun saat disindir apakah memang adanya dugaan tidak memiliki sertifikasi di bidang wall climbing ini serta tak memiliki pengalaman. Apri secara tegas membantah hal tersebut.

“Itu hanya rumor saja, rumor yang beredar saja. Sebenarnya tidak seperti itu,”pungkasnya

Sementara diberitakan sebelumnya, ada beberapa kejanggalan terkait fisik pekerjaan Wall Climbing ini. Sehingga pekerjaan senilai tiga milyar yang dikerjakan oleh CV. Lisa Mulia Abadi ini tidak bisa digunakan.

Sebagaimana dijelaskan pengurus FPTI Tanjab barat baru baru ini. Antaranya panel fiberglass yang terpasang belum memenuhi standar teknis. Dinding panjat seharusnya memiliki tekstur anti slip, serta kuat menahan baut dan beban pemanjat. Sehingga hal ini bisa mengancam keselamatan atlet dan ofisial pertandingan.

“Namun fakta di lapangan lapangan ditemukan :1 .Poin/hold belum bisa dipasang. 2.Baut tidak masuk ke lubang panel. 3.Permukaan panel terlalu kasar dan tajam,”ungkap Pengurus FPTI belum lama ini. (Reza)