MUARA BUNGO, delikjambi.com – Ratusan warga Dusun Senamat, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, menggeruduk pabrik brondolan kelapa sawit PT Bungo Makmur Abadi (BMA), Rabu (7/10/2026).
Warga menuntut pihak perusahaan menghentikan dugaan pembuangan limbah ke Sungai Batang Senamat yang selama ini menjadi sumber aktivitas masyarakat.
Dugaan pencemaran tersebut disebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Sejumlah warga bahkan mengaku mengalami gatal-gatal pada kulit setelah beraktivitas di sungai yang diduga terdampak limbah perusahaan.
Dalam aksi tersebut, warga juga mempersoalkan minimnya akses komunikasi antara masyarakat dengan pihak perusahaan. Salah satu persoalan yang mencuat adalah tidak adanya petugas Humas PT BMA yang secara khusus menjadi penghubung antara perusahaan dan masyarakat.
“Yang pertama sekali limbah, pencemaran terhadap sungai kami. Warga kami mengalami gatal-gatal. Itu yang pertama. Selanjutnya, terakait informasi tidak ada Humas. Kalau memang tidak ada Humas, kami selama ini selaku masyarakat mengadukan keluhan kami tidak ada direspons,” kata salah seorang perwakilan warga saat menyampaikan tuntutan.
Persoalan tersebut kemudian dijawab langsung oleh Direktur PT BMA, Novi. Ia mengakui bahwa selama sekitar satu tahun pabrik tersebut beroperasi, pihak perusahaan memang belum memiliki Humas.
“Menanggapi pertanyaan bapak tadi, bapak bicara masalah Humas ya. Di sini saya mohon maaf sebelumnya, memang Humas selama satu tahun berdiri ini saya belum mendapatkan yang cocok untuk jadi Humas,” ujar Novi di hadapan warga.
Pernyataan tersebut sontak memancing reaksi massa. Warga yang merasa selama ini kesulitan menyampaikan keluhan kepada perusahaan langsung meneriakkan kata “Tutup!”.
Meski mendapat desakan keras dari warga, Novi menyatakan pihak perusahaan masih berupaya mencari sosok yang dianggap tepat untuk mengisi posisi Humas dan menjadi penghubung dengan masyarakat.
Persoalan limbah menjadi tuntutan utama warga dalam aksi tersebut. Masyarakat meminta perusahaan tidak lagi melakukan aktivitas yang berpotensi mencemari Sungai Batang Senamat serta meminta adanya langkah nyata untuk memastikan sungai tetap aman digunakan masyarakat. (Tim)





