Dinding Panjat Dinding Tiba-tiba Dibongkar, Kenapa?
*Ada Apa Dalam Proses Awal Lelangnya
KualaTungkal, delik jambi.com – Sempat menjadi polemik dan jadi sorotan publik dalam proses pembangunannya. Lantaran pembangunan arena wall climbing di sport center Tanjung Jabung Barat diduga kuat tidak memehuni standar yang berlaku serta pelaksana diduga kuat bukanlah pihak yang memiliki sertifikasi khusus di bidangnya. Kini tiba tiba saja wall atau dinding panjat dinding tersebut hilang dari rangka panjat tebing.
Usut punya usut ternyata, dinding untuk panjang tebing tersebut diduga kuat memang tidak sesuai spesifikasi khusus untuk ajang olah raga panjat tebing. Sehingga pihak FPTI Tanjung Jabung Barat minta dinding itu harus diganti.
Sebagaimana disampaikan Ame Ahmad, Ketua FPTI Tanjung Jabung Barat saat dikonfirmasi. Ame menuturkan kalau pihaknya memang meminta dindingnya untuk segera diganti. Lantaran tidak sesuai spesifikasi dan tidak bisa digunakan.
‘Kita sampaikan hal ini ke pihak PUPR, ke pak Ikrar selaku PPTK proyeknya. Kita minta agar diganti yang sesuai dengan standar atau spesifikasi untuk panjang tebing. Kita juga minta pekerjaan penggantian nanti betul betul diawasi dengan baik,”ungkap pria yang biasa disapa Ame.
Lebih lanjut Ame menjelaskan, tidak hanya bahan fibernya yang sesuai dengan standar dan spesifikasi khusus, tetapi vendor yang mengerjakannua juga harus yang profesional di bidangnya.
‘Kita minta vendor yang mengerjakan ini yang memiliki sertifikasi dan spesifikasi khusus dan berpengalaman di bidangnya. Jangan Abal Abal lagi seperti pekerjaan sebelumnya. Karena ini berbeda dengan pembangunan untuk ajang olah raga lainnya. Kalau sekedar dikerjakan tapi tidak bisa digunakan, untuk apa. lagian ini untuk venue kegiatan Porprov dan yang lebih krusial menyangkut keselamatan atlet, jadi tidak bisa sembarangan,”tegasnya.
Saat disinggung dari mana sumber dana perbaikan dinding panjat tebing itu, Ame mengaku tidak tahu menahu. “Kalau soal itu mungkin Ikrar sang PPTK yang faham. Berapa besar dananya dan kapan dimulai, serta pihak mana yang akan mengerjakannya,”pungkas Ame.
Sangat disayangkan, hingga berita ini tayang, Ikrar sang PPTK tidak bisa dimintai keterangannya. Melalui pesan singkat via aplikasi WA dirinya menuturkan sedang rapat.
“Mau dibaikan dan saya sedang rapat,”bunyi pesan singkatnya.
Namun yang menjadi pertanyaannya, kenapa dari tidak dari awal proses lelang, pemenang lelang dan mengerjakannya, memang ahli dan profesional di bidangnya. Kenapa baru sekarang, saat akan mengganti dinding panjat tebing, baru mencari pihak yang profesional, memiliki spesifikasi dan sertifikasi khusus sebagaimana yang diharapkan oleh pihak FPTI. (Reza).







