Tak Hanya Rantau Pandan, PETI Kian Menggila di Pelepat Bungo, Alam Rusak Tanpa Ampun

BUNGO, delikjambi.com – Himbauan Pemerintah Kabupaten Bungo hingga program Zero PETI yang digaungkan Kapolres Bungo tampaknya tak lagi dianggap ancaman oleh para pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Faktanya, aktivitas tambang ilegal tersebut justru kian merajalela dan berlangsung bebas, merusak lingkungan tanpa kendali.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aktivitas PETI yang sebelumnya sempat meredup pasca razia di Kecamatan Rantau Pandan, kini kembali beroperasi. Alat-alat tambang ilegal dilaporkan kembali bekerja, menggerus tanah dan mencemari lingkungan sekitar.

Tak hanya di Rantau Pandan, kondisi yang lebih memprihatinkan justru terjadi di Kecamatan Pelepat. Laporan warga yang diterima media ini menyebutkan, aktivitas PETI menggunakan alat berat berlangsung masif di Dusun Lubuk Telau. Hutan dan lahan di wilayah tersebut dilaporkan telah diporak-porandakan, meninggalkan kerusakan lingkungan yang serius.

Sumber terpercaya menyebutkan, alat berat yang beroperasi di Dusun Lubuk Telau itu diduga kuat milik keluarga seorang tokoh penting di Kabupaten Bungo. Dugaan ini kian menambah tanda tanya besar terkait lemahnya penindakan terhadap aktivitas PETI di wilayah tersebut.

“Kami minta Tim Satgas PETI Kabupaten Bungo benar-benar serius memberantas PETI. Kalau tidak mampu, lebih baik tim ini dibubarkan saja,” tegas sumber kepada media ini, Selasa (27/1/2026).

Ia menegaskan, jika aktivitas PETI terus dibiarkan tanpa penindakan tegas, Kabupaten Bungo berada di ambang bencana ekologis. Kerusakan hutan dan aliran sungai berpotensi besar memicu banjir dan longsor yang dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat luas.

“Jangan tunggu alam menghukum kita akibat keserakahan segelintir orang yang hanya memikirkan keuntungan tanpa peduli dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan,” pungkasnya. (Tim)