Bungo, delikjambi.com – Kondisi Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Bungo sangat memprithatinkan. Pasalnya, proyek rehabilitasi yang dikerjakan pada tahun anggaran 2023 dan 2024 dengan total anggaran 3,9 Milyar ini, atap dan plafon disalah satu ruangan bangunan yang belum genap satu tahun diresmikan ini sudah jebol dan runtuh.


Tak hanya itu, selain beberapa titik atap mengalami jebol hingga hampir seluruh plafon ruangan runtuh, kerusakan fasilitas umum lainnya juga terlihat jelas pada toilet gedung, seperti urinal, kloset hingga wetafel rusak padahal jarang digunakan.
Ironisnya lagi, hingga saat ini belum tampak adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, baik itu dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) selaku pengelola, maupun dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman (PUPR) Kabupaten Bungo.

“Kami sangat prihatin sebenarnya bang, padahal, gedung ini diharapkan dapat menjadi pusat layanan terpadu bagi masyarakat Bungo. Setau saya dari awal tahun 2025 ruangan ini seperti ini, namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan,” ungkap salah satu pegawai di MPP Bungo.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bungo Hasbi Ansori melalui Kabid Cipta Karya Yeni Deriyanti, saat dikonfirmasi awak media membenarkan bahwa pihaknya telah mengetahui terkait rusaknya ruangan dan sebagian fasilitas gedung MPP tersebut. Dirinya mengaku jika keterbatasan anggaran yang menjadi menyebab gedung tersebut belum diperbaiki hingga saat ini.
“Benar, kami sudah mendapatkan beberapa kali laporan dari Dinas DPMPTSP selaku pengelola, bukannya tidak mau memperbaiki, tapi karna tidak ada anggaran untuk itu. Kalau ada anggaran cepat kami perbaiki,” sebut Yeni didampingi stafnya Ade, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (01/10/2025).
Lebih lanjut Yeni mengungkapkan, diawal pengerjaan proyek tersebut juga terkesan dipaksakan oleh pimpinan, dengan anggara yang minim dan yang jauh dari perencanaan yang telah dibuat.
“Kami diminta untuk merehap bangunan itu secara keseluruhan, dan kami sudah menghitung didalam perencanaan anggaran yang diperlukan kurang lebih 7 milyar. Tapi mala yang dianggarkan dan disetujui hanya 3,9 milyar dengan 2 kali tahun anggran. Disitu sudah tidak sesuai yang dibutuhkan namun, pengerjaan tetap diminta secara menyeluruh,” pungkasnya.

Dikatakan Yeni, proyek rehabilitasi gedung MPP Bungo tersebut dikerjakan dengan dua kali penganggaran yakin, pada tahun 2023 dikerjakan oleh CV. Paye More Rawang dengan anggaran 2,1 Milyar dan pada tahun 2024 sebesar 1,8 Milyar yang dikerjakan dengan rekanan berbeda.
“Untuk anggaran kurang lebih 2,1 milyar pada tahun 2023 itu digunakan untuk pergantian atap, plafon dan cat. Sementara penganggaran 1,8 milyar pada tahun 2024 digunakan untuk interior dan toilet,” tutupnya.
*Adhe







