MUARA BUNGO, delikjambi.com – Ditengah gencarnya upaya pemberantasan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), justru diduga kuat adanya keterlibatan oknum aparat yang diduga menjadi tameng bagi penadah emas Peti terbesar Kabupaten Bungo.
Terduga penadah emas peti bernama Iker yang diketahui telah lama beroperasi, hingga kini belum terlihat adanya langkah tegas dari aparat penegak hukum.
Informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya menyebutkan, Iker diduga menjalankan transaksi emas ilegal secara terang-terangan dari sebuah rumah di Lorong Berkah, Kelurahan Cadika, Kecamatan Rimbo Tengah. Terlebih lagi, praktik tersebut disebut-sebut berlangsung aman karena diduga adanya “bekingan” dari oknum TNI.
Sumber berinisial F mengungkapkan, diduga ada oknum TNI yang diduga turut melindungi aktivitas ilegal tersebut. Bahkan, oknum tersebut disebut siap “pasang badan” jika sewaktu-waktu terjadi penindakan.
“Sudah jadi rahasia umum, Iker itu kuat karena ada yang membekengi. Ada oknum TNI yang dulu bertugas di Bungo, sekarang sudah pindah ke Korem Jambi, dan ada juga oknum PM di wilayah Bungo yang disebut-sebut siap melindungi,” ujar F, Sabtu (02/05/2026).
Menurutnya, praktik penadahan emas ilegal ini bukanlah hal baru. Iker disebut telah lama berkecimpung dalam bisnis tersebut, yang diduga merupakan kelanjutan dari jaringan lama milik keluarganya.
“Bisnis ini sudah berjalan lama. Bahkan dulu ada yang sempat tersangkut hukum, tapi seolah ada yang ‘mengamankan’, sehingga jaringan ini tetap eksis dan tidak tersentuh,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Iker disebut memiliki jaringan distribusi yang luas dan terorganisir. Dalam sehari, ia diduga mampu menampung emas hasil PETI dalam jumlah besar, dengan nilai transaksi yang fantastis.
“Kami meminta Denpom dan Polda Jambi yang turun langsung untuk melakukan penindakan. Kalau tidak gabungan saya rasa aktifitas ilegal ini sulit untuk dibasmi,” pungkasnya. (Tim)







