Limbah PT. BMM Cemari Lingkungan, Giatno: Jika Terbukti, Ini Merupakan Tindak Pidana dan Akan Kita Laporkan

BUNGO, delikjambi.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bungo, Giatno angkat bicara terkait persoalan kolam limbah PT Bina Mitra Makmur (BMM) yang selalu meluap disaat hujan deras.

Kepada awak media Giatno menyebutkan pihaknya tidak akan main – main untuk menindak masalah ini. Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil pihak perusahaan lebih dulu.

“Kita panggil dulu pihak perusahaannya. Ini masalah fatal. Kami tidak akan main – main dengan masalah ini,” ujar Giatno usai menghadiri rapat dengar pendapat dengan DPRD Bungo, Selasa (6/5/2025).

Setelah memanggil pihak perusahaan, ia berjanji akan turun dan mengajak pihak media untuk melihat kondisi dilapangan serta mengambil sampel air untuk melakukan uji baku mutu air.

“Selama ini kita kan hanya menerima laporan deri mereka, nanti kita akan turun langsung melihat keadaannya serta mengambil sampel air limbah dan mengujinya ke laboratorium,” sebutnya.

Jika ternyata nantinya hasil uji baku mutu air tak sesuai atau belum layak untuk dibuang sehingga dapat merusak ekosistim serta membahayakan masyarakat, maka ia akan mengambil langkah tegas.

“Jika terbukti tidak sesuai, maka ini jelas bukan hanya sanksi administratif saja seperti penyegelan pabrik. Tapi ini juga merupakan sebuah tindak pidana yang harus dilaporkan,” sebutnya.

Saat ditanya soal jumlah kolam yang hanya ada dua kolan dengan ukuran kecil, Giatno menyebutkan bisa saja itulah yang menjadi penyebap terjadinya luapan limbah ke aliran sungai saat terjadi hujan deras.

“Nanti juga kita lihat Amdalnya. Bisa saja jumlah dan ukuran kolam limbah yang ada saat ini tidak sesuai aturan. Intinya kita akan sanksi tegas jika pihak perusahaan terbukti menyalahi aturan,” tutupnya.

Untuk diketahui, kolam limbah PT BMM kembali meluap saat hujan deras Kamis (1/5/2025) lalu. Saat awak media turun kelapangan, terlihat jelas sisa luapan limbah yang berwarna hitam mencemari anak sungai.

Agar tidak terlihat oleh masyarakat, diduga pihak perusahaan sengaja menutupi anak sungai yang tercemar tersebut dengan menggunakan dedaunan. Beruntung, media berhasil mendokumentasikan kejadian tersebut.

“Pak manejer sedang di kolam limbah bang, kolam limbah kita meluap semalam dan mengalir ke sungai. Pak manejer sekarang masih dibelakang,” aku salah satu security PT BMM saat dikonfirmasi.

**Dhe