90% Penyebab Padam Listrik Adalah Pohon, PLN Himbau Masyarakat Relakan Pohon Miliknya Dipangkas

BUNGO, DELIKJAMBI – Pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik menjadi faktor utama penyebab terjadinya pemadaman listrik di wilayah kerja PLN UP3 Muara Bungo, yang meliputi Kabupaten Bungo, Tebo, Merangin, Sarolangun, Kerinci dan Sungai Penuh.
Berdasarkan data dari PLN UP3 Muara Bungk, 85-90 persen pemadaman yang terjadi disebabkan pohon tumbang.

“Jangan diremehkan persoalan pohon terhadap listrik. Faktor utama pemadaman listrik dikarenakan pohon tumbang yang menimpa jaringan. Angkanya mencapai 80 hingga 90 persen,” kata Manager UP3 Muara Bungo Ridwan Adam melalui Manager Bagian Jaringan Michael S Siahaan, Minggu (18/08/2019).

Michael menyebutkan, selain pohon tumbang juga ada gangguan binatang yang menyebabkan terjadinya pemadaman listrik dengan persentase hanya 10 persen. “Ini semua karena jaringan PLN itu ada di permukaan tanah sehingga rentan terjadi gangguan-gangguan itu,” katanya.

Untuk meminimalisasi hal tersebut, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terhadap bahaya pohon dan layangan terhadap pemadaman.

“Kalau ada pohon yang sudah menjulang dan mengganggu jaringan secepatnya ditebang. Kalau sudah terjadi pemadaman, tentu akan mengganggu masyarakat dan PLN juga membutuhkan waktu memperbaikinya,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sebagian besar wilayah kerja PLN UP3 Muara Bungo, memiliki Kondisi geografis yang memiliki perbukitan dan pegunungan sehingga dipastikan jaringan listrik melewati banyak pohon sehingga ancamannya cukup terbuka, seperti di Kabupatrn Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

“Namun kami terus berusaha meminimalisasinya. Untuk daerah perbukitan, jaringan yang kami buat selalu lebih tinggi dari pohon. Risiko gangguan pohon ini terus kami minimalisasi,” tuturnya.

Dikatakan Michael, adapun tingkat kesadaran masyarakat umumnya sudah banyak yg mendukung program PLN. Hanya tinggal beberapa warga lagi yg belum memberi izin untuk penebangan pohon, dengan alasan tidak tinggal di daerah kebunnya tersebut.

“Kami menghimbau dan tidak bosan-bosannya kembali berharap agar masyarakat merelakan pohonnya ditebang oleh petugas PLN. Hal ini menyangkut keselamatan pekerja kebun mereka itu sendiri, karena pada umumnya pohon yang kena listrik 20 kV, produktifitasnya juga berkurang,” pungkasnya.

 

 

Reporter: Adhe