BUNGO, delikjambi.com – Kinerja Kapolres Bungo AKBP Zamri Elfino, S.I.K terkait penanganan masalah Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Bungo dipertanyakan.
Betapa tidak, meski sudah hampir dua bulan menjabat, belum terlihat langkah konkret berupa razia maupun penindakan tegas terhadap aktivitas PETI. Padahal, persoalan ini tengah marak dan menjadi ancaman serius bagi kelestarian lingkungan serta kehidupan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Ari Jabe selaku tokoh pemuda Kabupaten Bungo melontarkan kritik pedas. Ia menilai hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari Kapolres Bungo yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas PETI Kabupaten Bungo.
“Kalau tidak ada langkah tegas, jangan salahkan masyarakat kalau menilai aparat tutup mata. Ini bukan persoalan kecil, ini menyangkut masa depan lingkungan kita,” tegas Ari.
Menurutnya, aktivitas PETI di Kabupaten Bungo kini sudah dalam kondisi sangat memprihatinkan. Bukannya berkurang, justru semakin meluas. Bahkan, dikawasan objek vital negara yakni Bandara Muara Bungo, dimana lokasi PETI berada hanya berada beberapa meter dari pagar landasan pacu bandara.
“Selain itu, berdasarkan informasi yang kami dapat aktivitas PETI terjadi hampir di seluruh kecamatan, di antaranya Kecamatan Jujuhan, Limbur Lubuk Mengkuang, Rantau Pandan, Pelepat, Tanah Tumbuh, Bathin III Ulu, dan Kecamatan Bathin II Babeko.” ungkap Ari Jabe.
Ari menilai, Kapolres Bungo tidak mampu menjalankan perannya secara maksimal dalam memberantas PETI. Ia juga mempertanyakan komitmen aparat penegak hukum dalam menindak para pelaku yang diduga beroperasi secara terang-terangan tanpa rasa takut.
“Kalau dibiarkan terus, ini bisa menimbulkan dampak yang lebih luas, mulai dari kerusakan lingkungan dan pencemaran sungai yang berujung pada kesehatan masyarakat Kabupaten Bungo,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Ari Jabe mengungkapkan jika dalam waktu dekat Kapolres Bungo belum juga melakukan tindakan nyata, dirinya akan mengambil langkah tegas dengan melaporkan persoalan ini ke Polda Jambi hingga Mabes Polri.
“Kita akan kembali bawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi. Jika di daerah tidak ada tindakan, maka kami akan laporkan ke Polda Jambi bahkan ke Mabes Polri agar ada penanganan serius,” pungkasnya.“ (Tim)







