oleh

Ratusan Siswa Siswi Demo Plt Kepsek SMK Negeri 1 Tanjab Barat

KualaTungkal, delikjambi.com – Senin pagi (07/11/22) ratusan siswa dan siswi SMK Negeri 1 Tanjung Jabung Barat melakukan aksi demo. Demontrasi ini terkait aturan yang terkesan terlalu berlebihan sejak Kepemimpinan Peltu Kepala Sekolah, yang dijabat Dra. Nurliah.

Tidak hanya menyuarakan masalah aturan saja. Setidaknya ada empat belas tuntutan siswa siswi yang disampaikan saat orasi. Antaranya :

1. Sekolah ini terlalu banyak aturan dengan kepemimpinan Plt,kepsek sekarang sehingga kami sebagai siswa tidak merasakan adanya kenyamanan belajar.

2. Kemana dana ATK,dana Bos? (Spidol,sapu,serokan,buku Absen dll). 3.Terlalu arogan dengn siwa/wi,(Sikap yang sombong,congkak,angkuh,dan memaksakan kehendak).

4. Mana fungsi Satpam?kenapa helm dan motor siswa bisa hilang.

5. Kami ingin Bisnis Center dibuka kembali. 6.Kenapa baju seragam kelas 10 belum jadi?Sedangkan sudah banyak yang lunas.

7. Tolong organisasi kesiswaan diaktifkan kembali.

8.Kenapa penggunaan fasilitas di sekolah  dibatasi?.

9.Tidak mendukung anak berprestasi.

10.Kemana Anggaran Hut RI?

11.Ada masalah apa dengan kemunduran Pak Hasan?.

12. Wc yang tidak tetawat?

13. Tidak adanya listrik di bangunan atas. 14.Turunkan Nominal Uang Komite seperti semula.

Siswa siswi yang berorasi ini juga mempertanyakan perihal pengunduran diri salah seorang. Guru atas nama Pak Hasan. Dimana diketahui pak Hasan ini adalah Guru Honor Multimedia.

Sehubungan dengan tuntutan siswa dan siswi saat orasi. Plt Kepala SMK Negeri 1 Tanjung Jabung Barat, Dra Nurliah mengatakan kalau Pak Hasan tidak mengundurkan diri.

“Soal WC tidak terawat, dari dulu WC tidak terawat,” sebut Plt Kepsek saat dikonfirmasi sejumlah awak media.

Hal lainnya sebut Nurliah, terhadap tuntutan menurunkan dana komite, diakuinya Ia belum meresmikan Komite.

“Seperti yang dilihat yang berorasi, kebetulan yang serius menyampaikan orasi tadi adalah yang sering ditegur memakai make up sehingga saya dikatakan arogan,” sebutnya.

Lebih lanjut Nurliah menjelaskan perihal bisnis center diakuinya belum ada laporan yang diterima sehingga bisnis center belum dibuka.

Dituding tidak mendukung anak berprestasi sehubungan dengan hal itu Nurliah mengatakan, masalah tidak mendukung anak berprestasi, banyak sudah prestasi yang diraih mulai dari Juara I memasak di HUT RI, Juara I Lomba film pendek tingkat provinsi kemudian berangkat lagi tingkat pusat.

“Namanya anak – anak maunya seperti itu. Tapi pada kenyataannya tidak,” ucapnya.

Sementara Ketua Komite, Suhaidi mengatakan kalau dirinya memang Ketua Komite semasa kepemimpinan Kepsek Sebelumnya.  Bahkan terkahir menurutnya, rapat ini telah dilaksanakan bulan Agustus lalu.

“Hanya saja saat terakhir bulan Agustus lalu SK  Kepengurusan Komite itu belum diterbitkan. Yang mana pada saat itu Formatur,”terangnya.

Terkait soal seragam sekolah yang belum semua diterima siswa dan siswi. Dirinya menjelaskan, baru satu seragam olah saja yang sudah.

“Dari seragam putih abu abu, kejuruan atau jurusan, batik dan coklat atau Pramuka,  dan olah raga. Hanya olah raga saja yang sudah diterima. Sementara uang seragam ini dipungut saat mau masuk sekolah. Itu semua terlepas dari tanggung jawab Komite sekolah. Untuk lebih jelasnya bisa tanya langsung dengan Panitia Penerimaan atau bendaharanya.

“Begitu halnya soal dana komite, sampai saat ini kita tidak mengetahui secara jelas. Karena tidak ada laporan yang kita terima. Bisa tanyakan juga hal ini ke bendahara Komite. Nanti aja jelas dan terang benderang semua”.pungkasnya.

 (Reza)