Pulang dari Madiun, Bupati Mashuri Ingin Merangin Budidaya Porang

ADVETORIAL, MERANGIN158 Dilihat

BUNGO, delikjambi.com — Tanaman Porang belakangan ini menjadi idola para petani. Bupati Merangin, Mashuri menganggap tanaman yang dihargai mahal ini sangat cocok dikembangkan di Kabupaten Merangin.

Porang yang sudah dulu dikembangkan Kabupaten Madiun, Jawa Timur.  Keberadaan Porang tersebut, akan bisa semakin menambah jumlah komoditi tanaman di Merangin.

Hal tersebut dikatakan Mashuri, setelah pulang dari melakukan pengamatan dan melihat langsung budidaya tanaman Porang di Desa Kepel Kecamatan Kare Kabupaten Madiun, Senin (28/3/2022).

‘’Berdasarkan pengamatan saya, Tanaman Porang ini sangat menjanjikan, karena berapapun hasil panen, sudah ada yang menampungnya. Apalagi kultur tanah dan alam Merangin ini sama dengan Madiun dimana Porang tumbuh subur,’’ kata Bupati Mashuri.

Untuk membangun kebun Porang lanjut bupati, bisa dengan pola lemintraan dengan pihak ketiga. Intinya petani Merangin jangan ragu lagi untuk menanam Porang ini, terlebih yang mempunyai lahan ‘tidur’.

Dijelaskannya, Porang merupakan tanaman jenis umbi-umbian sebagai bahan pembuatan shirataki. Porang sudah eksis sejak masa penjajahan Jepang, sebagai bahan pangan dan industri.

Tanaman ini memiliki nama panggilan yang berbeda-beda. Ada yang menyebut iles-iles kuning, acung atau acoan. Porang bernama latin Amorphophallus muelleri, porang merupakan tanaman jenis herbal yang bisa tumbuh hingga setinggi 1.5 meter.

Porang banyak tumbuh di sekitar hutan tropis dan hanya bisa tumbuh di bawah pohon penyangga. Porang bisa bertahan hidup pada jenis tanah apa pun di ketinggian 0 sampai dengan 700 mdpl.

‘’Ciri-ciri tanaman Porang, memiliki daun lebar berujung runcing dan berwarna hijau muda. memiliki kulit batang yang halus berwarna kekuningan dan setiap pertemuan cabangnya terdapat bubil atau katak,’’ terangnya.

Porang memiliki nilai yang strategis dan peluang besar untuk dikembangkan serta diekspor. Pada tahun 2018, ekspor porang tercatat mencapai 254 ton dengan nilai ekspor sebesar Rp 11,3 miliar ke negara Jepang, Vietnam, China, Australia, dan negara lainnya. (Dhe)