Bupati Mashuri Imbau Warga Lebaran Cukup di Merangin Saja

ADVETORIAL, MERANGIN290 Dilihat

Meskipun pada tahun ketiga Lebaran Idul Fitri dalam pandemi Covid-19 tahun ini sudah terjadi kerengangan untuk berpergian keluar daerah, namun Bupati Merangin, Mashuri minta masyarakat lebih baik lebaran di Merangin saja.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Mashuri saat melakukan Safari Ramadhan 1443 H bersama rombongan para pejabat di jajaran Pemkab Merangin, di Masjid Baiturrahman Desa Langling Kecamatan Bangko, Minggu malam (17/4).

‘’Covid-19 masih ada, beberapa waktu lalu dua orang warga kita meninggal akibat Covid-19, satu meninggal di Kota Jambi dan satu lagi meninggal di Padang. Untuk itu lebih baik kita lebaran dengan saudara-saudara kita di Merangin saja,’’ ujar Bupati Mashuri.

Diakui Bupati Mashuri memang sudah terjadi kelonggaran untuk leluar daerah pada saat ini, karena sebagian besar masyarakat Kabupaten Merangin, sudah mengikuti vaksinasi Covid-19 dosis tiga (booster).

Apalagi lanjut Bupati Mashuri, saat ini harga sawit cukup tinggi, sehingga ‘kantongnya mulai menebal’, tak heran kalau kecenderungan dan niat untuk mudik lebaran sangat tinggi. Tapi masyarakat tentunya tidak ingin gara-gara mudik, jadi terpapar Covid-19.

Tampak hadir pada Safari Ramadhan itu, Sekdin Kominfo Abd Aziz bersama dua orang kepala bidangnya dan kasubbag TU, Kepala Dinas PMD Andre, Camat Bangko Edy dan sejumlah pejabat lainnya.

Pada kesempatan itu bupati kembali mengingatkan masyarakat untuk terus meningkatkan imunias tubuh, dengan mengikuti vaksinasi dosis tiga (booster). Vaksinasi Covid-19 akan melindungi diri, melindungi keluarga, meningkatkan imunitas tubuh.

‘’Lengkapi vaksinasi Covid-19 sampai dosis tiga (booster). Baik naik pesawat, naik bus, kendaraan pribadi akan ada pemeriksaan vaksin Covid-19. Bagi masyarakat yang sudah sampai dosis tiga, akan bebas dari pemeriksaan,’’ terang Bupati Mashuri.

Bupati Mashuri juga mengingatkan para orang tua untuk menyekolahkan anaknya  ke pesantren, sehingga terhindar dari pengaruh androit, karena di pesantren tidak boleh bawa handphone.

‘’Anak-anak di pesantren akan terjaga sholat lima waktunya. Anak-anak di pesantren akan jadi anak yang mandiri. Anak itu adalah investasi kita, untuk itu harus dijaga dan diawasi betul dari berbagai pengaruh buruk,’ ’pinta Bupati Mashuri.

Di penghujung acara, bupati menyampaikan bantuan dana pembangunan masjid dan menyerahkan dua ambal sajadah kepada ketua pengurus Masjid Baiturrahman Desa Langling. (Dhe)